Pemilu Australia 2013

aec

Kurang dari seminggu lagi pemilu (federal) akan digelar di Australia. Pemilu ini akan mengungkapkan siapa-siapa yang akan menjadi mayoritas yang menguasai parlemen sekaligus menentukan yang akan jadi Perdana Menteri (PM) untuk beberapa tahun ke depan, apakah inkumben Kevin Rudd atau calon dari oposisi Tony Abbott.

Rudd-Abbott

Perpolitikan di Australia membosankan dan tidak “semenarik” politik di Indonesia. Australia menganut sistem demokrasi parlementer dan monarki terbatas. Perdana Menteri sebagai pemimpin dari mayoritas parlemen (pemenang pemilu), menjalankan tugas pemerintahan. Tetapi sebagai salah satu negara persemakmuran, Australia juga mempunyai Gubernur Jenderal yang merupakan perpanjangan tangan dari Ratu Elizabeth II. Gubernur Jenderal inilah yang sebenarnya mempunyai tugas “eksekutif”, meskipun dalam kenyataannya kebanyakan adalah sebagai lambang alias “tukang stempel” hasil legislasi dari parlemen yang dijalankan oleh Perdana Menteri.

Gub Jend Quentin-Bryce

Gubernur Jenderal Australia: Quentin-Bryce

Dalam sistem demokrasi parlementer Australia, pemilu adalah untuk memilih anggota parlemen. Jadi bukan memilih PM. Ada 2 kubu besar dalam parlemen Australia: Partai Buruh dan Koalisi Partai (Liberal). Dua kubu besar ini sehari-harinya berdebat di gedung parlemen. Kubu pemenang pemilu dipimpin oleh PM, dan kubu lainnya disebut oposisi dan dipimpin oleh Pemimpin Oposisi. Perdana menteri punya menteri-menteri yang membantu tugasnya, sedangkan Pemimpin Oposisi mempunyai menteri-menteri bayangan yang juga bekerja mendukung kepentingan Pemimpin Oposisi. Menteri dan Menteri bayangan ini biasanya duduk di deretan kursi parlemen paling depan, atau disebut front-bencher. Jika kubu oposisi berhasil memenangkan pemilu besok, maka statusnya akan berbalik: Menteri bayangan menjadi Menteri “sungguhan”, sementara menteri yang menjabat akan kehilangan jabatannya. Begitu pula pemimpinnya: Pemimpin oposisi yang sukses di pemilu akan menjadi PM, sementara PM yang kalah biasanya mundur atau kembali menjadi anggota parlemen biasa.

parlemen-australia

parlemen-australia

Pergantian pemimpin di Australia adalah hal yang biasa karena hal di atas. Seorang Perdana Menteri adalah cuma seorang anggota parlemen yang diberi kesempatan lebih menjalankan roda pemerintahan. Itupun masih ada yang lebih di atas lagi: Gubernur Jenderal. Saking “biasa” nya seorang PM, kita bakal mudah bertemu sedang jogging di jalan dengan pengawalan yang minimum atau menonton debatnya di gedung parlemen kapan saja. Tidak seperti pemilihan presiden langsung seperti di US atau Indonesia, pemilih mempunyai keterikatan emosi karena suara diberikan kepada calon Presiden. Ini menyebabkan pergantian pemimpin terlalu politis dan khususnya di Indonesia seperti urusan hidup-mati.

Pergantian pemimpin di Australia bisa terjadi kapan saja. Jika hasil polling menunjukkan tren yang menurun bagi seorang inkumben, maka oposisi berhak mengajukan percepatan pemilu. Belum lagi seorang PM bisa dilengserkan di tengah jalan jika partainya bernaung kurang puas terhadap kinerjanya.  Dalam 3 tahun terakhir saya menyaksikan 2x pelengseran seorang PM oleh partainya sendiri. Dalam hal ini, biasanya yang diangkat menjadi PM adalah adalah deputi (wakilnya). Ada plus minus dengan sistem seperti ini. Plusnya adalah pergantian pemimpin bukanlah hal yang fenomenal yang menyedot banyak biaya dan energi. Jadi tidak ada gunjang ganjing politik dan sosial yang membuat ekonomi terganggu. Minusnya ya itu tadi, pemilu tidak se-“sexy” pemilihan Presiden di negara Republik.

Partisipasi dalam pemilu di Australia adalah sebuah kewajiban bagi WN. Setiap WN harus datang ke bilik suara meskipun tidak harus benar2 memilih. Jika tidak berpartisipasi, orang tersebut akan dikenakan denda.

Bentuk negara australia adalah federasi. Maksudnya, Australia terdiri dari beberapa negara bagian/state yang independen (berdiri sendiri). Selain negara bagian, ada 2 daerah khusus (teritori). Masing-masing negara bagian, punya parlemen sendiri plus pimpinan roda pemerintahan yang di sebut Premier. Gubernur jenderal juga punya perpanjangan tangannya di level negara bagian yang disebut gubernur. Parlemen negara bagian dan Premier juga ditentukan oleh pilkada masing-masing negara bagian. Sementara itu, untuk urusan luar negeri dan urusan strategis seperti militer/pertahanan dan kebijakan nasional lainnya, dijalankan oleh pemerintahan federal yang ditentukan oleh pemilu weekend ini.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Perkiraan Idul Adha 1434H / 2013M

kabah

Sebelum membaca tulisan ini ada baiknya anda membuka link wujudul hilal vs imkanur rukyat ,  Saudi Juga Bisa Salah Menentukan Tanggal Hijriyah , serta Puasa Arafah di blog ini juga supaya mendapatkan pengertian yang utuh terhadap tulisan saya.

Mekkah

Bulan baru terjadi tanggal 5 oktober 2013 jam 3:35 pagi waktu Mekkah. Dan bulan akan terbenam pukul 18:20 waktu Mekkah. Matahari terbenam hari itu pukul 18:05 serta ketinggian bulan hari itu sekitar 2.7° ketika matahari tenggelam. Secara astronomi cukup sulit melihat bulan/hilal pada ketinggian tersebut dan cuma punya waktu sekitar 15 menit sebelum ditelan bumi.

Tetapi karena Otoritas Saudi mempunyai sejarah dengan penentuan tanggalan hijriyah yang kadang nyeleneh, maka menurut kalkulasi saya Saudi akan menetapkan tanggal 1 Zulhijah jatuh tanggal 6 Oktober 2013 dan wukuf di arafah hari Senin tanggal 14 Oktober 2013 (tinggal urut kacang saja menentukan 9 zulhijah).

Jakarta

Bulan baru terjadi tanggal 5 oktober 2013 jam 7:35 pagi WIB. Dan bulan akan terbenam pukul 18:02 WIB. Matahari terbenam hari itu pukul 17:47 serta ketinggian bulan hari itu sekitar 2.9° ketika matahari tenggelam. Secara astronomi cukup sulit melihat bulan/hilal pada ketinggian tersebut dan cuma punya waktu sekitar 15 menit sebelum ditelan bumi.

Bagi Muhammadiyah dengan wujudul hilalnya, maka 1 Zulhijah pasti akan jatuh tanggal 6 Oktober 2013 (karena hilal sudah wujud sore 5 oktober tersebut), puasa arafah 14 Oktober dan Idul Adha tanggal 15 Oktober 2013 sesuai tanggal merah.

Bagaimana dengan pemerintah? Perkiraan saya, meskipun secara astronomi bulan masih rendah, pemerintah tetap akan menentukan 1 Zulhijah jatuh tanggal 6 Oktober. Jadi Pemerintah akan bersama-sama Muhammadiyah dan seluruh ormas melaksanakan puasa Arafah dan Idul Adha pada hari yang seragam. Ini semata-mata karena pertimbangan:

– Tanggal Kalender merah/Hari Libur Nasional adalah tanggal 15 Oktober
– Arab Saudi juga Wukuf tanggal 14 Oktober
– Sementara Imkanur Rukyat masih mentok di ketinggian 2°. Jadi sudah memenuhi imkanur rukyat, meskipun secara astronomi masih mustahil
– Semangat merayakan puasa dan lebaran bersama-sama,

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 19 Comments

Hiruk Pikuk E-KTP

e-ktp

Surat edaran Mendagri Gamawan Fauzi tentang pelarangan fotokopi e-ktp baru-baru ini menyulut kebingungan bagi para pengguna ktp model baru ini sekaligus juga bagi institusi yang ingin menggunakannya sebagai bukti identitas.

Sebenarnya ada beberapa dimensi atas kehebohan ini. Dari sisi Kemendagri-nya sepertinya kurang sosialisasi, sementara dari sisi pengguna masih terjebak dengan cara pandang  lama.

E-KTP ini adalah barang baru yang canggih dan digadang-gadang akan menghilangkan sebagian besar keruwetan pendataan dan pencatatan sipil di Indonesia. Sudah selayaknya kita harus berpikir positif terhadap produk ini. Setiap barang baru apalagi yang secanggih ini, sudah selayaknya otoritas pembuat, dalam hal ini kemendagri, mempersiapkan sosialisasi jauh-jauh hari sebelumnya. Barang baru yang punya circuit elektronis di dalamnya sudah pasti mempunyai manual dan perlakuan yang berbeda dari id kertas/plastik biasa. Saya coba mencari di website kemendagri tidak menemukan dokumentasi yang layak terhadap produk ini. Harusnya kemendagri bergembira dan antusias mengenalkan produk ini. Kalau media TV dan koran mahal, gunakan website dan kalau perlu buat domain khusus seperti e-ktp.go.id dan isi contentnya semenarik mungkin. Mulai dari kecanggihan fiturnya, penggunaannya, cara menggunakannya, keuntungan user dan institusi, FAQ, tips, cerita di lapangan, proses pembuatan, kesan pesan pengguna dsb. Buat PDF nya dan buat animasi flashnya supaya orang lebih mengerti dan tertarik. Jadi kesimpang siuran informasi bisa diminimalisir. Selama ini pengguna dibiarkan menerka-nerka dalam kegelapan. Akhirnya banyak tuduhan gelap dan nada sinis berkeliaran seperti: “ktp nya ngga ada bedanya!” atau “mana chip nya?” “kita ditipu”, “duit triliunan cuma buat ktp plastik biasa”, dsb. Ini mengakibatkan pengguna apatis, apalagi ktp ini sudah dibagikan ke pengguna. Jadi tidak salah jika ada yang sudah menggunakannya dengan cara di-stapler atau perlakuan lain yang tidak selayaknya.

Sementara itu, dari sisi pengguna sudah selayaknya update dan mencari tahu serta mulai mengubah perlakuan terhadap produk canggih ini. OK lah mungkin surat edaran larangan memfotokopi dan menstapler agak terlambat karena pengguna sudah mengantonginya berbulan-bulan. Tetapi, jika ada surat edaran dari otoritas pembuat (kemendagri) mbok ya dijadikan acuan dan mencari tahu info produk sebenarnya. Jangan main tuduh seperti “kita ditipu triliunan karena chipnya tidak ada” dsb. Juga sebagai pengguna kita harus lebih adaptiv. Kalau tidak boleh difotokopi, cari jalan lain. Sekarang sudah jamannya mobile  device. Kalo dilarang fotokopi (terlepas dari pro kontra polemiknya), kita harus cari jalan lain. App scanner di mobile yang memanfaatkan camera, misalnya. App ini bisa mengkoreksi hasil capture kontras, “keystone”, dsb lalu menyimpannya secara wireless ke piranti penyimpan terpisah atau langsung bisa di-print. Bahkan jauh lebih mudah dari memfotokopi. Yang penting adalah attitude kita haruslah adaptable terhadap teknologi, Jangan gagap. Dont avoid. Embrace it!

Secara teknologi, e-ktp ini adalah implementasi smart-card yang sudah berkembang lama di eropa. Sementara Amerika perlahan juga mulai mengadopsi (gengsi kaleee karena eropa sudah duluan). Kartu ini smart karena ada chip yang dibenamkan ke fisik kartunya. Berbeda dengan kartu-kartu lama yang menggunakan pita magnetis (strip hitam/coklat di belakang kartu) dan atau barcode yang mudah dibaca, diduplikasi, serta tergantung pada server untuk data lainnya, kartu ber-chip tidak perlu koneksi ke server untuk mengambil data yang dibutuhkan. Kenapa? karena data yang dibutuhkan sudah disimpan di chip tersebut. Akan tetapi, meskipun data tersimpan lokal di chip, tidak sembarang alat bisa membaca atau menduplikasinya, by design. Spesifikasi chip juga bermacam-macam. Semakin smart, semakin tinggi security level, serta semakin besar kapasitasnya, semakin bagus material pembuatnya, harganya semakin mahal. Data yang ada di chip, by design, juga dienkrip/disandi. Kalau tidak menggunakan PIN atau key lain untuk men”decipher”nya, data yang bisa terbaca useless karena merupakan karakter acak tanpa makna.

Ada 2 jenis smart card menurut desain fisik dan metode membacanya: yang contact dan contactless. Yang contact, sosok chip akan kelihatan seperti chip yang kita lihat pada kartu HP GSM. Sementara yang contactless biasanya tersembunyi diantara 2 lapisan muka kartu. Chip contactless adalah teknologi Near Field Communicaion/NFC memanfaatkan Radio Frequency (RFID) . Ada antena halus yang mungkin menggunakan area cukup luas pada kartu.

E-ktp yang kita pakai sepertinya adalah yang contactless (chip tersembunyi/tidak kelihatan). Cara membacanya adalah dengan mendekatkan ke bidang pembaca saja (tidak perlu bersentuhan), persis seperti kartu BCA Flazz. Untuk alasan tidak menstaple adalah karena kita tidak tahu lokasi chip (karena tidak kelihatan) apalagi jalur antena yang mungkin menjalar melintang pada kartunya. Kalau staplenya tepat mengenai antena atau chip, dikhawatirkan akan merusak sirkuitas di dalammnya yang mengakibatkan ektp itu tidak bisa dipakai secara elektronis lagi.

Seperti produk semikonduktor lainnya, sebenarnya chip yang telanjang/tanpa pelindung rentan terhadap sinar UV (ultra violet). Ini mungkin alasannya mengapa ada edaran dilarang menfotokopi. Meskipun saya rasa tidak tepat (karena by design, chip2 yang dipasarkan sekarang dilapisi ekstra lapisan metal lainnya untuk melindungin dari UV dan serangan keamanan termal lainnya), larangan ini bisa dimengerti dan dimaklumi. Kita tahu bahwa fotokopi menggunakan sinar yg terang untuk menangkap citra dari benda yang akan difotokopi. Jika chip nya tanpa pelindung mungkin bisa rusak, tetapi chip ektp ini adalah generasi terbaru yang seharusnya punya  level perlindungan tertentu. Lagipula BPPT sudah mengeluarkan advisori teknis yang menyatakan aman untuk difotokopi.

Untuk e-ktp yang kita punya, sepertinya prosedur untuk membacanya adalah menggunakan sidik jari/biometrik lainnya sebagai “decipher”/mendekripsi data supaya bisa terbaca. Jadi kalau ada institusi mau melihat keaslian/otentisitas kartu dan memeriksa apakah orang yang menggunakanannya adalah yang benar empunya, maka kartu akan di-scan dan orangnya akan disuruh menempelkan jarinya ke alat scanner jari. Jika sidik jarinya adalah key yang “match” untuk membaca data, maka data2 di dalam chip akan tampil. Dan begitu pula sebaliknya kalau tidak “match”. Kartu pun juga harus dilihat secara fisik seperti melihat uang kertas. Kartu asli dari kemendagri harusnya punya ciri fisik dan nomer seri tertentu. Misalkan ada hologram, tulisan halus, atau tinta UV. Setiap chip yg dicetak di dunia ini punya nomer seri fisik yang bisa diperiksa juga (bukan NIK). Ini untuk mencegah kartu ktp aspal.

Jika memang sistem ektp ini sudah berjalan dan sukses, ke depannya mungkin akan bisa dikembangkan sebagai dompet elektronis. Ada nominal uang yang dibenamkan. Sehingga bisa digunakan sebagai alat pembayaran. Tapi itu nanti. Karena impactnya untuk digunakan transaksi sangat luas. Butuh analisa, waktu dan proses. Untuk sekarang, kita lihat saja sepak terjang E-KTP ini. Amati, nikmati. Dont avoid. Embrace it!

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Selingan: Humor SBY

SBY sekarang sudah mirip Eyang Soeharto:

sby1

Kutipan Pidato SBY di cikeas,
“Yang saya hormati, Bapak Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono,… ya itu saya sendiri…”

“Yang saya mulyaken, Saudara Ketua Umum Partai Demokrat, ..
itu juga saya sendiri..”

“Yang saya hormati, Bapak Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat,
atau yang mewakilinya… kebetulan, kedua-duanya, saya sendiri lagi…”

“Yang saya hormati, Saudara Ketua Majelis Pengawas Partai Demokrat yaitu…… oh, ya itu saya sendiri lagi…”

“Yang saya cintai dan kasihi, Saudara Sekjen Partai Demokrat, …
ehm..kebetulan itu anak saya sendiri…”.

Yth bendahara partai Demokrat… eh ini keponakan saya sendiri hehehehe…

Yang terhormat Kepala Staf TNI AD, Eh itu ipar saya sendiri.

Yang terhormat Menko Perekonomian, Eh itu besan saya sendiri.

Ah, gak jadi pidato lah…………….
Gak enak jadinya….

sumber: milis tetangga

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | 1 Comment

Surat Terbuka buat Jokowi dan Ahok: Monorail Bukan MRT

Akhir-akhir ini topik MRT kembali mengemuka. Setelah kemenangan Jokowi-Ahok, sepertinya penduduk Jakarta sangat mengharapkan MRT berupa Subway dan Monorail segera direalisasikan. Apalagi banjir besar yang melanda Jakarta baru-baru ini, semua sangat berharap ada moda transportasi yang anti banjir.

Farewell Sydney: Contrast with Jakarta, Sydney Monorail says goodbye after 25 years of service

Farewell Sydney: Contrast with Jakarta, Sydney Monorail says goodbye after 25 years of service

Tetapi sebelum larut dalam euforia, sebaiknya kita lihat fakta dulu mengenai moda yang satu ini: Monorail. Monorail, adalah moda transportasi berbasis rel. Mirip seperti kereta api, tetapi tidak terlalu panjang dan hanya menggunakan rel tunggal. Menurut hemat saya Monorail bukanlah sebuah moda dengan kategori MRT dengan alasan  berikut:

1.  Tidak “Mass”. Tiket yang mahal bisa jadi tidak diminati orang. Pembuatan, perawatan dan “running-cost” dari Monorail tidaklah murah. Berbeda dengan moda Busway, meskipun teknologi monorail bukan serumit teknologi roket, Monorail bukanlah juga teknologi biasa. Ketergantungan akan produsen pembuat sangat tinggi. Perkiraan pembuatannya kira-kira Rp 300 Miliar/km menjadikan perkiraan tiket Monorail adalah sekitar Rp25,000 (sepertinya sekali jalan). Ini membuat penduduk berpikir ulang untuk berpindah dari naik motor ke berlangganan naik monorail.

2. Tidak “Rapid”. Dari beberapa monorail yang saya lihat, pergerakan monorail tidaklah terlalu cepat, mungkin hanya sekitar 40-50km. Satu rangkaian monorail biasanya terdiri dari 4 gerbong yang masing-masing berisi sekitar 50-90 orang. Pergerakan yang tidak cepat dan daya angkut yang kurang maksimal bisa mengakibatkan penumpukan di halte/stasiun monorail. Ini bisa mengakibatkan penumpang yang antusias akan monorail akan kecewa dan berhenti menggunakan moda ini.

Selain dua faktor di atas, ada lagi pertimbangan lain:  dalam rencana rute dari Jakarta Monorail, sepertinya untuk tahap sekarang cuma mengakomodasi pergerakan calon penumpang di sentra bisnis dan belum melewati pemukiman (lihat rencana “blue line” dan “green line”).

rute-monorail-jakarta

Artinya, hanya orang-orang yang terlibat bisnis di jalur tersebut saja yang terakomodasi. Padahal biang kemacetan yang menggila pagi dan sore adalah pergerakan orang dari rumah menuju pusat bisnis atau sebaliknya.

Apakah monorailnya akan dual-track? kalau dari klipnya sepertinya akan dual track, tapi kita tidak tahu apakah benar2 jadi 2 track. Jika tidak dibangun dual-track (arah berlawanan di setiap rute), maka bisa saja orang akan berpikir 2 kali jika naik monorel jalur lingkar karena jarak tempuh belum tentu yang terpendek.

Alasan-alasan di atas bisa membuat mimpi indah berubah menjadi mimpi buruk. Apalagi target pengerjaan dan penyelesaiannya lebih cepat dari subway (belum terintegrasi) sehingga kegagalan Monorail bisa jadi membuat penduduk Jakarta keburu frustrasi dan menjadi kurang antusias menyambut MRT moda lain (subway).

Tetapi ketakutan akan kegagalan monorail bisa diminimalisir dengan cara:

1. Selesaikan project monorail berbarengan/berdekatan dengan selesainya project subway. Dan integrasikan rute monorail dengan subway,  plus busway, waterway, KRL jabotabek.

2. Integrasikan juga tiket terusan yang terjangkau bagi semua moda. Atau paling tidak dibuatkan pilihan untuk tiket terusan. Jikalau tiket monorail berdiri sendiri, sepertinya tidak akan sukses mengingat pilihan rute monorail yang tidak banyak. Ini merupakan tantangan tersendiri karena tidak mudah menggabungkan operator transportasi pada 1 tiket mengingat besaran modal dan running-cost yang bervariasi.

3. Kembangkan rute monorail ke arah pemukiman dan pinggiran Jakarta. Inipun tidak mudah karena akan banyak bersinggungan dengan rencana landskap daerah-daerah pemukiman dan infrastruktur yang sudah berdiri (karena rel-nya ada di atas tanah).  Belum lagi biaya yang akan membengkak akibat pengembangan ke arah luar.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Perkiraan Ramadhan 1434H / 2013 Masehi untuk Indonesia

crescent

Sebelum membaca perkiraan ini, sebaiknya baca dulu wujudul hilal vs imkanur rukyat di blog ini juga.

Perkiraan untuk awal ramadhan 2013 (1434H) bagi Indonesia, kemungkinan besar kembali ditandai dengan perbedaan klasik antara Muhammadiyah dan Pemerintah (jika masing-masing pihak belum merubah paradigmanya). Bulan baru terjadi 14:15 WIB siang tanggal 8 Juli. Terlalu muda untuk dirukyat sore harinya. Ketika matahari tenggelam pukul 17:51 WIB, ketinggian hilal hanya 0.4° di Jakarta.  Bagi Muhammadiyah, ini sudah memenuhi kriteria wujudul hilalnya. Sedangkan bagi pemerintah yang sementara ini bersikeras imkanur rukyat di atas 2° , tidak bakal mensahkan pihak-pihak yang mengklaim berhasil melihat hilal pada tanggal 8 Juli dalam sidang itsbat. Oleh sebab itu, 99% Muhammadiyah akan berbeda memulai 1 Ramadhan dengan pemerintah. Muhammadiyah pasti akan memulai puasa tanggal 9 Juli 2013 (mulai taraweh tanggal 8 Juli), sedangkan pemerintah 99% akan memutuskan puasa tanggal 10 Juli 2013 (taraweh tanggal 9 Juli)

Bagaimana dengan Syawal?

Pemerintah dan Muhammadiyah akan bersama-sama menentukan 1 Syawal 1434H pada tanggal 8 Agustus 2013. Ini disebabkan bulan baru terjadi di waktu subuh (jam 4:51 WIB) tanggal 7 Agustus. Sebenarnya tinggi bulan tanggal 7 Agustus, secara astronomi, masih sangat rendah diintip sore hari: 3.5°. Tetapi karena pressure tanggal merah dan semangat merayakan bersama serta adanya ormas2 yang bermata bionik yang akan ngotot hilal terlihat di ketinggian 3.5° (ketinggian di Jakarta) membuat keputusan itsbat sepertinya mengamini merayakan tanggal 8 Agustus (puasa 29 hari).

Kesimpulan: Muhammadiyah akan berpuasa penuh 30 hari pada Ramadhan 2013, sementara yang ikut pemerintah RI akan berpuasa 29 hari.

nb:

– asumsinya pemerintah/muhammadiyah tidak mengganti metode penentuan tanggal yang dipakai tahun 2012

– untuk melihat perkiraan idul Adha 2013, silakan baca di sini

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 144 Comments

In Guns We Trust

in-guns-we-trust

Siapa yang tak terenyuh dengan peristiwa penembakan masal yang terjadi di Sekolah Dasar Sandy Hook, Newton – Connecticut baru-baru ini. Dua puluh anak sekolah plus 6 guru tewas diberondong senjata api sebelum akhirnya si penembak bunuh diri dengan senjata di tangannya.

Media dan politikus langsung bereaksi. Topik Gun Control yang mati suri seperti hidup kembali. Gun Control adalah topik lama yang on dan off  bagi negara US. Kalau habis terjadi tragedi penembakan, biasanya terjadi debat politik panas antara pendukung pro dan kontra. Tetapi jika sudah kurang lebih sebulan di mana media sudah tidak lagi meliput maka orang akan lupa dan akhirnya debat tersebut berhenti. Begitulah seterusnya.

Kepemilikan senjata api (senpi) merupakan hak bagi WN Amerika yang dijamin oleh Second Amendment (perubahan kedua) Konstitusi. Maka melarang membeli senjata adalah sama saja dengan mencabut hak WN, menurut yang diyakini kebanyakan WN Amerika. National Riffle Association (NRA) sebagai pelobi kuat di DPR dan Senat, selalu menyuarakan akan pentingnya hak kepemilikan senjata untuk WN. Bahkan baru-baru ini komentar pertama atas tragedi Sandy Hook, salah satu chief executive NRA berujar bahwa untuk mencegah berulangnya tragedi Sandy Hook, maka setiap sekolah harus memperkerjakan Satuan Pengaman bersenjata. Alih-alih orang akan melihat perubahan mendasar dalam sikap NRA dan penjualan senjata oleh industri/bisnis pendukung NRA, yang ada malah anjuran membeli lebih banyak senpi yang artinya adalah anjuran peningkatan produksi senjata yang akan lebih menguntungkan industri/pebisnis senpi.

Second Amendment pada konstitusi US terjadi di tahun 1791, di mana pada masa itu masih terjadi kecurigaan antara patriot yang anti federalist, yang mencurigai masih adanya oknum federal yang menjadi kaki tangan Inggris. Jadi untuk mencegah ‘pemerintahan yang jahat’ yang ingin mengembalikan ke status koloni, maka dimunculkan ide mempersenjatai sipil. Untuk keadaan sekarang, terjadi perdebatan apakah ide mempersenjatai sipil masih relevan mengingat keadaan sekarang jauh lebih civilised dibandingkan era “sheriff dan cowboy” zaman dulu.

Banyak analis dari pakar menyatakan bahwa senpi hanyalah alat. Manusianya lah yang membunuh. Banyak yang menganalisa dan menghubungkan dengan budaya kekerasan di media seperti TV dan video game atau latar belakang broken home. Meskipun memang faktor-faktor di atas berkontribusi, tetapi bagi saya pendapat ini terlalu abai. Mengabaikan sesuatu yang “blatantly obvious“: gun possession (kepemilikan senpi) dan kemudahan meng-aksesnya. Jika kepemilikan senjata mematikan tidak ada hubungannya dengan sebuah tragedi, kenapa US capek-capek berjuang supaya negara seperti Korea Utara tidak bisa punya senjata nuklir? Bukankan senjata nuklir juga cuma alat? (cuma, memang skalanya lebih masiv). Ini menunjukkan bahwa tragedi kemanusiaan sangat berhubungan dengan aksesibilitas ke senjata mematikan. Kalaupun senjata mematikan tersebut tidak digunakan, barang ini bisa dibuat sebagai alat tawar-menawar. Seseorang/sekelompok yang mempunyai senjata mematikan punya “bargaining power” lebih besar karena bisa lebih mengancam.

Saya tidak mau terseret benar atau salahnya sebuah kebijakan seperti kepemilikan senjata. Bagi saya tidak ada yang salah atau benar. Yang ada hanyalah konsekuensi. Jika US memilih jalan pembebasan membeli senjata bagi rakyat sipil, they must live with that. Pengetatan penjualan senjata menurut perkiraan saya tidak akan berarti apa-apa di masa mendatang, paling hanya menurunkan statistik sedikit. Seperti larangan penjualan spray paint (cat pilox) bagi minor (usia di bawah umur/remaja), tetap saja banyak grafiti/vandalisme oleh para remaja di mana-mana karena barangnya tetap banyak beredar dan accessible. Faktanya, pembunuh di Sandy Hook (Adam) MENGGUNAKAN PISTOL IBUNYA. Si pembunuh ini tidak punya izin, bahkan tidak akan punya izin karena sedikit psikosis. Adam berhasil melumpuhkan ibunya yang mengkoleksi beberapa senjata otomatis, dan menggunakan senjata-senjata tersebut untuk membunuh. Untuk ke depannya, jangan berharap tragedi seperti Sandy Hook tidak akan berulang, kecuali ada perubahan yang mendasar terhadap kebijakan.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment