Perkiraan Ramadhan 1435H / 2014 Masehi untuk Indonesia

bulansabitSebelum membaca perkiraan ini, sebaiknya baca dulu wujudul hilal vs imkanur rukyat di blog ini juga.

Perkiraan untuk awal ramadhan 2014 (1435H) bagi Indonesia, kemungkinan besar kembali ditandai dengan perbedaan klasik antara Muhammadiyah dan Pemerintah (jika masing-masing pihak belum merubah paradigmanya). Bulan baru terjadi 15:09 WIB siang tanggal 27 Juni. Terlalu muda untuk dirukyat sore harinya. Ketika matahari tenggelam pukul 17:49 WIB, ketinggian hilal hanya 0.3° di Jakarta. Bagi Muhammadiyah, ini sudah memenuhi kriteria wujudul hilalnya. Sedangkan bagi pemerintah yang sementara ini bersikeras imkanur rukyat di atas 2° , tidak bakal mensahkan pihak-pihak yang mengklaim berhasil melihat hilal pada tanggal 27 Juni dalam sidang itsbat. Oleh sebab itu, 99% Muhammadiyah akan berbeda memulai 1 Ramadhan dengan pemerintah. Muhammadiyah pasti akan memulai puasa hari Sabtu tanggal 28 Juni 2014 (mulai taraweh tanggal 27 Juni malam), sedangkan pemerintah 99% akan memutuskan puasa hari Minggu tanggal 29 Juni 2014 (taraweh tanggal 28 Juni malam)

Bagaimana dengan Syawal?

Pemerintah dan Muhammadiyah akan bersama-sama menentukan 1 Syawal 1435H pada hari Senin tanggal 28 Juli 2014. Ini disebabkan bulan baru terjadi di waktu subuh (jam 5:42 WIB) tanggal 27 Juli. Sebenarnya tinggi bulan tanggal 27 Juli, secara astronomi, masih sangat rendah diintip sore hari: 3.5°. Tetapi karena pressure tanggal merah dan semangat merayakan bersama serta adanya ormas2 yang bermata bionik yang akan ngotot hilal terlihat di ketinggian 3.5° (ketinggian di Jakarta) membuat keputusan itsbat sepertinya mengamini merayakan tanggal 28 Juli (puasa 29 hari).

Kesimpulan: Muhammadiyah akan berpuasa penuh 30 hari pada Ramadhan 2013, sementara yang ikut pemerintah RI akan berpuasa 29 hari.

nb:

– asumsinya pemerintah/muhammadiyah tidak mengganti metode penentuan tanggal yang dipakai tahun 2013

– silakan lihat tautan ini: untuk perkiraan Idul Adha 1435H/2014M

About tikitakablog

www.facebook.com/tikitaka.fb
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to Perkiraan Ramadhan 1435H / 2014 Masehi untuk Indonesia

  1. buka puasa says:

    informasi penting nih🙂

  2. dicky irwanda says:

    Bukankah apabila sudah 3 derajat, makaakan dilakukan besoknya?

    • tikitakablog says:

      sebenarnya belum ada konsensusnya. Angka keramat 2 derajat sidang itsbat belum bisa dibuktikan. Angka 2 derajat sidang itsbat hanya jalan tengah supaya tidak terlalu sering terjadi perbedaan 1 ramadha/1syawal antara muhammadiyah dan non muhammadiyah. Coba bayangkan kalau dinaikkan jadi 4 derajat, hampir tiap tahun akan berlebaran beda hari.

  3. Mam.zidan says:

    Maaf numpang tanya : 1.imkanur rukyat atau nilai 2drajat atau 4 drajat itu sudutnya dihitung dr mana ? Apakah penarikan garis dr poros tengah bulan dan poros tengah matahari ?ataukah dari permukaan atas bulan dan permukaan atas matahari ? 2. Anda mengatakan imkanur rukyat yg cocok adl 4 drajat, 2 drajat belum masuk. Atas pernyataan itu anda mendapatkan sumber dr mana ? Atau ujicoba dr mana ? Terimakasih

    • tikitakablog says:

      sepengetahuan saya, pengamatan tinggi suatu benda di langit diukur dari poros tengah bendanya. Adapun keterangan2 di internet yang mengukur, misalkan, jarak matahari ke bulan lewat lengkung busurnya ya terserah saja asal konsisten di setiap tabel. Tinggal nanti di tabelnya ditulis jarak ini dari poros ke poros atau dari busur ke busur.

      Yang terpenting dari tulisan saya adalah, kita harus mau mengobservasi secara terus menerus (setiap bulan) dan di disebar di beberapa tempat dan mau membukukan hasil observasi tersebut secara rapi dalam berupa dokumen. Ini yang kita malas. Akhirnya selalu ribut setiap sidang istbat tahunan.

      Salam.

  4. H Bakri syam says:

    assalamualaikum wr wb
    untuk indonesia hari senen tgl 30 juni 2014. semoga kita mendapat safaat di yaumil masar kelak amin . landasan hisab itu tertulis di tiang aras urutan urufnya di lihat rasullulah saw di saat israk dan migrat, tentu allah sang pencipta alam yang menuliskannya ini metode yg kita pakai untuk menentukan awal puasa ramadan dan bulan hijriyah dan juga titik nol derajatnya revolusi bulan mengelilingi bumi bukan pada ijtimak (kunjungsi), lebih jelasnya baca rotasibulan.blogspot.com

  5. dicky irwanda says:

    Angka keramat 2 derajat. Dan ada pendapat orang yang menyebut “terbelenggu dg wujudul hilal” . Saya termasuk yang menginginkan penyatuan kalender Islam sedunia yang sedang dicanangkan, semoga dengan adanya itu, tidak ada lagi yang menyalahkan ormas tertentu, yang menjelek – jelekkan suatu ormas seperti sidang itsbat 2011. Sangat miris sekali sidang isbat pada waktu itu, disiarkan secara langsung dan dilihat oleh masyarakat dunia. Bukannya saya membanggakan ormas saya. Tapi kenyataannya saya harus bangga dengan persyarikatan saya untuk legowo dengan mereka yang menghujat.

    • tikitakablog says:

      ini masalah klasik: keinginan vs kenyataan. Saya yakin kalau untuk masalah keinginan semua ingin islam bersatu. Tapi kenyataannya: kita tidak bisa duduk bersama. Lemah dalam berkoordinasi dan bernegoisasi. Lemah dalam diplomasi. Inginnya kita didengarkan melulu. Itulah kenyataan yang harus dihadapi.

  6. Rosid says:

    Bagaimana mau bersatu, lha semua merasa benar sendiri koq, pake metode sendiri-sendiri, kalau nggak mau memakai satu kesepahaman, sampai kiamat-pun akan terus sering terjadi perbedaan…….

  7. Yang jelas bukan krn muhammadiyah atoupun Nu tp dg hilalu rukyah yang terpenting.

  8. dhani says:

    thanks infonya

  9. Irfai salman says:

    Ass…Inilah islam. Dimana letak pondasi kesatu annya.. Ummat dengan mudah menerima dan menunggu fatwa… Bagaimana para alim ulama ingin mempersatukan ummat sedang persatuan di antara mereka saja sangat tipis… Saya sangat miris dg para ulama yg selalu menyarankan ummat untk bersatu tp merekalah yg membuat pintu2 perbedaan dg alasan perbedaan adl rahmat… Ini agama, masalah keyakinan, pdomannya Al-qur’an dan hadist.. Was.

  10. cipto says:

    Itulah seniny orang indonesia, berbeda pendapat yg penting jgn adu jotos, meski didepan beda argumen sperti marah2 tp dibelakang mereka itu berpelukan. Islam itu satu. Muhammadyah dan NU adalah sahabat.

  11. kediren bagelenkediren says:

    memang perlu kesepakatan bersama supaya umat tidak bingung. mungkin kesepakatan derajat lebih pasti. namun menurut saya jangan juga asal lebih dr 0 derajat mengingat indonesia itu luas, bisa jadi di indonesia barat sudah diatas o derajat tp di wilayah lainnya masih dibawah o derajat.
    mereka yang ahli lah yang harus menentukan dan berkompromi soal ini.
    kadang saya berpikir seperti ini: kalau berpatokan pada diatas o derajat saja, dan seluruh Indonesia ditetapkan sudah masuk awal bulan, maka bagaimana dengan negara yang wilayahnya berada di sekitar Indonesia. misalnya umat muslim di timor leste, ketika wilayah mereka masih dibawah o derajat dan ditetapkan belum masuk bulan baru. Eh ternyata wilayah sekeliling mereka sudah ditetapkan masuk bulan baru karena wilayah lain di Indonesia sudah diatas o derajat.
    semoga ada solusi yang baik nantinya walau sekarang kita masih diuji dengan perbedaan yang damai.

  12. Daniel says:

    semoga tahun ini bareng lagi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s