Surat Terbuka buat Jokowi dan Ahok: Monorail Bukan MRT

Akhir-akhir ini topik MRT kembali mengemuka. Setelah kemenangan Jokowi-Ahok, sepertinya penduduk Jakarta sangat mengharapkan MRT berupa Subway dan Monorail segera direalisasikan. Apalagi banjir besar yang melanda Jakarta baru-baru ini, semua sangat berharap ada moda transportasi yang anti banjir.

Farewell Sydney: Contrast with Jakarta, Sydney Monorail says goodbye after 25 years of service

Farewell Sydney: Contrast with Jakarta, Sydney Monorail says goodbye after 25 years of service

Tetapi sebelum larut dalam euforia, sebaiknya kita lihat fakta dulu mengenai moda yang satu ini: Monorail. Monorail, adalah moda transportasi berbasis rel. Mirip seperti kereta api, tetapi tidak terlalu panjang dan hanya menggunakan rel tunggal. Menurut hemat saya Monorail bukanlah sebuah moda dengan kategori MRT dengan alasan  berikut:

1.  Tidak “Mass”. Tiket yang mahal bisa jadi tidak diminati orang. Pembuatan, perawatan dan “running-cost” dari Monorail tidaklah murah. Berbeda dengan moda Busway, meskipun teknologi monorail bukan serumit teknologi roket, Monorail bukanlah juga teknologi biasa. Ketergantungan akan produsen pembuat sangat tinggi. Perkiraan pembuatannya kira-kira Rp 300 Miliar/km menjadikan perkiraan tiket Monorail adalah sekitar Rp25,000 (sepertinya sekali jalan). Ini membuat penduduk berpikir ulang untuk berpindah dari naik motor ke berlangganan naik monorail.

2. Tidak “Rapid”. Dari beberapa monorail yang saya lihat, pergerakan monorail tidaklah terlalu cepat, mungkin hanya sekitar 40-50km. Satu rangkaian monorail biasanya terdiri dari 4 gerbong yang masing-masing berisi sekitar 50-90 orang. Pergerakan yang tidak cepat dan daya angkut yang kurang maksimal bisa mengakibatkan penumpukan di halte/stasiun monorail. Ini bisa mengakibatkan penumpang yang antusias akan monorail akan kecewa dan berhenti menggunakan moda ini.

Selain dua faktor di atas, ada lagi pertimbangan lain:  dalam rencana rute dari Jakarta Monorail, sepertinya untuk tahap sekarang cuma mengakomodasi pergerakan calon penumpang di sentra bisnis dan belum melewati pemukiman (lihat rencana “blue line” dan “green line”).

rute-monorail-jakarta

Artinya, hanya orang-orang yang terlibat bisnis di jalur tersebut saja yang terakomodasi. Padahal biang kemacetan yang menggila pagi dan sore adalah pergerakan orang dari rumah menuju pusat bisnis atau sebaliknya.

Apakah monorailnya akan dual-track? kalau dari klipnya sepertinya akan dual track, tapi kita tidak tahu apakah benar2 jadi 2 track. Jika tidak dibangun dual-track (arah berlawanan di setiap rute), maka bisa saja orang akan berpikir 2 kali jika naik monorel jalur lingkar karena jarak tempuh belum tentu yang terpendek.

Alasan-alasan di atas bisa membuat mimpi indah berubah menjadi mimpi buruk. Apalagi target pengerjaan dan penyelesaiannya lebih cepat dari subway (belum terintegrasi) sehingga kegagalan Monorail bisa jadi membuat penduduk Jakarta keburu frustrasi dan menjadi kurang antusias menyambut MRT moda lain (subway).

Tetapi ketakutan akan kegagalan monorail bisa diminimalisir dengan cara:

1. Selesaikan project monorail berbarengan/berdekatan dengan selesainya project subway. Dan integrasikan rute monorail dengan subway,  plus busway, waterway, KRL jabotabek.

2. Integrasikan juga tiket terusan yang terjangkau bagi semua moda. Atau paling tidak dibuatkan pilihan untuk tiket terusan. Jikalau tiket monorail berdiri sendiri, sepertinya tidak akan sukses mengingat pilihan rute monorail yang tidak banyak. Ini merupakan tantangan tersendiri karena tidak mudah menggabungkan operator transportasi pada 1 tiket mengingat besaran modal dan running-cost yang bervariasi.

3. Kembangkan rute monorail ke arah pemukiman dan pinggiran Jakarta. Inipun tidak mudah karena akan banyak bersinggungan dengan rencana landskap daerah-daerah pemukiman dan infrastruktur yang sudah berdiri (karena rel-nya ada di atas tanah).  Belum lagi biaya yang akan membengkak akibat pengembangan ke arah luar.

About tikitakablog

www.facebook.com/tikitaka.fb
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s