Buku Bahasaku

Hingar bingar heboh kasus buku SD yang memuat cerita  “istri simpanan” baru-baru ini membawa saya bernostalgia kepada buku bahasa Indonesia yang  saya gunakan pada saat itu: buku BAHASAKU. Seri buku ini kalau tidak salah sebagai buku pegangan melengkapi buku resmi keluaran P&K “ini budi”. Buku ini sepertinya terdiri dari beberapa seri mulai dari kelas 1 s/d 6. Salah satu covernya yang berhasil saya comot di internet seperti di bawah ini:

Bagi saya pribadi buku itu sangat berkesan. Jauh dari pengajaran yang formal, malah terkesan menghibur. Tapi tetap tidak menghilangkan unsur pendidikan bahasa. Di buku itu banyak mengajak kreativitas seperti menceritakan sebuah gambar, membuat sajak-sajak sederhana namun jenaka.

Tokoh-tokoh yang berseliweran di buku itu antara lain:

Amir, seorang anak petani
Tuti, teman amir
Sudin, kalau tidak salah adiknya Tuti.
Hasan, teman Amir dan Tuti sering membantu orang tuanya di toko kelontong
Muntu, teman Amir dan Tuti juga tapi agak pemalas dan pernah dimarahi guru. Ciri khas Muntu adalah memakai kopiah melintang. Ada sajak khusus tentang Muntu ini berjudul “Muntu Temanku”.
Togap dan Darma. Togap sepertinya ingin digambarkan sebagai orang Batak, tetapi karena unsur SARA masih sensitiv pada saat itu unsur kesukuannya tidak ditonjolkan. Sedangkan Darma adalah anak pak Lurah dan berkesan JAIM tapi pandai.

Settingan cerita di buku itu mungkin adalah pedesaan. Tetapi mungkin desa yang dekat dengan Jakarta karena ada cerita juga tentang ramainya lalu lintas kota. Yang jelas belajar dengan buku ini bagi saya memancing daya kreativitas dan imajinasi. Banyak bagian di buku itu menampilkan gambar, kemudian menceritakan kembali. Seperti gambar seorang anak kecil menaiki sepeda roda tiga membawa tas seperti pak pos. Kemudian ada juga gambar-gambar jenaka lain yang dilengkapi oleh sajak-sajak seperti gambar tikus memanggul senjata dan anak dengan hidung yang hitam kena arang.

Berikut ada sajak yang masih saya ingat hingga kini. Sajak yang mengajarkan agar jangan sering jajan sembarangan dan lebih baik makan di rumah:

Terbit liurku melihat kolak
Di jual orang di tepi jalan
Untung teringat nasehat emak
Di situ aku dilarang makan

Ubi kubeli serta Cempedak
Kubawa pulang untuk emakku

Kolak sekarang dimasak emak
Kami menanti tidaklah lama
Harganya murah rasanya enak
Kudapan bersih makan bersama

Mungkin ada satu atau dua baris yang terlewat, tapi kurang lebih begitulah bunyinya. Kita dikenalkan dengan sastra tetapi tidak terasa. Diajarkan sopan santun tapi tidak menggurui. Diajarkan etika dan kebersihan tapi tidak memaksa. Andaikan buku ini masih ada yang menjual, saya ingin membeli nya lagi. Sepertinya, isinya jauh lebih berkesan dan tidak ada konflik kekinian yang terselip di buku bahasa sekarang yang memuat “istri simpanan”.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2012 !

About tikitakablog

www.facebook.com/tikitaka.fb
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Buku Bahasaku

  1. KASIRO says:

    aduh aduh, jadi terharu kalo liat gambar buku ini. Dan dulu guru gak terlalu memaksa murid beli buku, saya dulu pakai buku ini bekas abang saya, yang juga bekas kk saya lagi. Lagu itu sampe sekarang masih suka aq inget2. Dan kebetulan nama salah satu tokohnya ya sama dengan nama saya, jadi kalo pas tokoh itu dibaca, temen2 pada becanda2in kesaya….Nostalgia indah

  2. esry laoh says:

    waduh, nostalgia yang indah. Seandainya saya mendapatkan buku jilid 1 sampai jilid 6. OO bahagianya. Kenapa yaa kita yang belajar dari buku-buku sederhana seperti itu justru lebih banyak ilmu, etika dll yang diperoleh.

  3. syekhieran says:

    bisa gak nampilkan bagian dalam buku, soalnya sudah lupa dan coba2 ngingat lagi, tks

  4. agung says:

    BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA YG MENGESANKAN. Tidak heran masih banyak yg mengingat beberapa bagian isinya dengan sangat baik. Artinya, pada jaman itu kita mendapatkan pendidikan yg sangat baik yg meliputi banyak aspek dari pelajaran yg diajarkan…hhmmm….bagaimana pendidikan jaman sekarang ya? Saya beberapa lama mencoba mengingat sajak: Terbit liurku….. Terima kasih sudah menuliskan kembali ingatan Anda di sini. Buku pendidikan pada waktu itu memang bermutu. Salam.

  5. kirana says:

    Dua baris yang terlewat, dua baris pertama di bait ke-2:

    Terus kupergi menoleh tidak

    Tinggallah tempat semacam itu

    Ubi kubeli serta cempedak

    Kubawa pulang untuk emakku

  6. Riosod says:

    Gimana tidak berkesan, penulisnya sekelas Purwadarminta, penyusun KUBI. Ibaratnya, Goenawan Mohammad turun tangan bikin buku pelajaran bahasa untuk SD. Buku sekarang pengarangnya tidak jelas kecendikiaannya.

  7. guss says:

    aku sering ( tanpa bosan-bosannya ) jadikan sebagai bacaan pengantar tidur, maklum Jaman itu….. boleh dikata kagak punya buku bacaan (hiburan) lain selain buku pelajaran sekolah.
    Seingat saya sajak “MUNTU TEMANKU” ada di buku kelas 2 SD yg isinya klo tdk salah seperti ini:

    Muntu temanku, tak pernah sombong.
    Baik budinya, siap menolong siapa saja.
    Pandai berhitung, lancar membaca.
    Tak pernah bingung kalau ditanya.
    Tulisannya terang, bagus hurufnya.
    Tentulah kita senang membaca.
    Suka pak guru melihat dia.

    Di buku kelas 3 atau 4 kalau tidak salah ingat ada sajak dialog antara penjual ikan dengan pembelinya seperti ini :

    Aku hendak ke pekan, mau beli ikan
    kumasak dengan santan, untuk ayah makan
    Ini ikan tengiri, Siapa yang punya
    Saya hendak membeli, Murahkah harganya
    (penjual ikan) : Kalau adik membeli, Harga kumurahkan
    Bila satu dibeli, Tiga kuberikan
    Ini uang kuberi, jangan ikat lagi
    Lekas saya kembali, hari sudah tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s