Faktor Pendukung Terjadinya Kecelakaan Lalulintas

Berita kecelakaan yang menimpa Bis Karunia Bakti kembali menyeruak headline para media. Baru beberapa minggu berselang kecelakaan “heboh” Xenia, kali ini khalayak ramai kembali dikejutkan berita kecelakaan yang memakan korban cukup tinggi.

Meskipun indikasi awal kecelakaan Bis Karunia akibat rem yang blong, sebuah kecelakaan biasanya tidak dihasilkan dari kesalahan tunggal, tetapi merupakan rangkaian dari kesalahan-kesalahan yang lainnya. Semakin banyak faktor kelemahan, semakin besar kemungkinan terjadi kecelakaan.

Beberapa faktor yang tidak bisa diabaikan sebagai penunjang terjadinya kecelakaan:

1. Sistem pemberian SIM yang masih karut marut. “Penganugerahan” SIM kepada seseorang bukan hanya berarti dia sudah bisa membawa kendaraan, tetapi juga seseorang tersebut tahu bagaimana aturan lalu lintas yang benar dan tahu beretika lalu lintas yang sopan yang tidak membahayakan¬† orang lain. Sudah rahasia umum, hampir boleh dibilang sebagian besar pengemudi Indonesia adalah produk sistem SIM “nembak” atau tanpa ujian. Kalaupun ikut ujian, biasanya hanya formalitas dan mudah sekali diberi kelulusan selama memberi “imbalan” kepada pengambil keputusan kelulusan.

2. Sistem KIR yang juga amburadul. KIR adalah sertifikasi “roadworthy” atau laik jalan. Idealnya semua kendaraan penumpang umum dan niaga diperiksa komponen vitalnya agar tidak berpotensi kecelakaan sampai tempo pengecekan berikutnya. Tapi coba kita lihat di jalan raya, masih banyak kita lihat kendaraan umum yang tidak layak masih bebas berkeliaran (lampu tidak lengkap, berasap tebal, instrumen kokpit tidak berfungsi, rem nya harus pakai trik tertentu, dsb).

3. Sistem penggajian dan remunerasi yang tidak sepadan. Menjadi supir bis adalah pekerjaan beresiko. Di tangannya, diletakkan tanggung jawab mengantar puluhan nyawa orang untuk selamat sampai tujuan. Sudah seharusnya diberikan imbalan yang sepadan dengan tanggung jawabnya. Seperti kita tahu, kebanyakan supir adalah bekerja “mengejar setoran”. Meskipun ada gaji, hampir tidak ada supir yang hanya mengandalkan gaji karena sangat kecil. Akhirnya sekali membawa satu putaran trayek, si supir juga diberi hak memungut ongkos tetapi dibebani “setoran” kepada juragan bis. Ini mengakibatkan sesama kendaraan angkutan umum berlomba mengambil penumpang di jalan. Keadaan yang sangat stressful dan memacu adrenalin. Saling salip dan kebut-kebutan sudah jadi pemandangan lumrah.

4. Sistem perekrutan dan penciptaan suasana kerja yang kurang memadai dan kondusif. Ini sebenarnya berkaitan dengan nomer 3. Tidak adanya sistem training yang memadai (tes psikologi, cek latarbelakang, dsb) berpotensi salah memilih supir dengan perangai yang baik. Kompetensi adalah kata kunci. Supir yang baik tentu tahu sedikit seluk beluk mekanik seperti mesin, sistem rem, dsb. Sementara itu supir yang sudah direkrut tidak diperhatikan sama sekali fasilitas suasana kerjanya. Jam operasi yang panjang dan istirahat yang kurang mengakibatkan “fatigue” yang bisa menurunkan konsentrasi dan sistem reflek supir ketika mengemudi. Supir jaman kini hanya mengandalkan kopi dan “minuman berenergi” sebagai “fatigue killer”, bukannya dengan beristirahat yang cukup.

5. Sistem transportasi yang disupport pemerintah masih dirasakan kurang sempurna. Jalan-jalan/jalur yang berbahaya seharusnya lebih diberikan perhatian keamanannya. Rambu-rambu yang jelas, pembatasan kecepatan. Pada jalan yang menurun curam, ada baiknya diberikan beberapa “ranaway ramp” untuk tempat kendaraan besar keluar jalan jika rem tidak berfungsi sebagai mana mestinya.

Lima faktor ini ditambah dengan yang lain-lainnya jika tidak diperbaiki akan berakumulasi sampai “meletus” pada kecelakaan besar berikutnya.

About tikitakablog

www.facebook.com/tikitaka.fb
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Faktor Pendukung Terjadinya Kecelakaan Lalulintas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s