Langit Biru Jakarta

sydney

sydney, gambar diambil januari 2012

Siapa bilang langit Jakarta tidak biru? Langit Jakarta biru koq. Cuma anda harus terbang pada ketinggian minimal sekitar 6500-7000 kaki pada sebuah siang yang cerah. Ini bukan guyon. Saya serius. Kalau anda seorang frequent flyer yang sering take-off/landing di Jakarta anda bisa membuktikan sendiri. Jika anda take-off di hari yang “cerah”, silakan tunggu sampai naik kurang lebih 3-5 menit semenjak take-off. Tiba-tiba anda akan melihat langit biru. Begitu juga sebaliknya.  Approaching wilayah Jakarta siang hari seperti masuk ke sebuah “kubah” raksasa. , Seperti masuk ke kubah yang berisikan kabut dan langit yang tadinya biru dan jernih tiba-tiba berubah. Rumah, gedung, jalanan baru jelas setelah turun ke ketinggian yang lebih rendah.

Kabut yang anda lihat itu bukanlah awan yang rendah. Itu adalah polusi sisa buangan pembakaran. Kalo ngga timbel, ya CO2, SO2, NO2, dsb. Ini yang menyebabkan anda jarang melihat langit biru di Jakarta. Saya baca di sebuah harian Ibukota, Jakarta hanya mempunyai 27 hari rendah polusi selama setahun (365hari). Jadi kalau mau lihat langit biru harus nunggu 1 hari dari 27 hari tersebut🙂 … itupun kalau tidak berawan. Hari rendah polusi mungkin didapatkan pada Senin pagi setelah hujan beberapa hari di akhir pekan di waktu liburan sekolah!

Bagi yang lahir awal tahun 80an atau lebih awal, pasti bisa merasakan perbedaannya keadaan dulu dan sekarang.

1. Sinar matahari di siang yang terik tidak lagi sejernih dulu. Warnanya sudah agak kekuning-kuningan karena harus menembus pekatnya kabut polusi

2. Langit biru jarang kelihatan. Meskipun tak berawan, nuansa birunya sangat pucat dan lemah. Dulu kita tentu sering melihat “jejak putih” dari pesawat yang lewat pada altitude yang tinggi (dengan kondisi atmosfir tertentu) dengan latar belakang langit yang biru. Sekarang pemandangan itu sulit didapat karena terhalang kabut polusi.

3. Dulu malam hari langit Jakarta banyak bertaburan bintang. Sekarang paling-paling bintang kejora (mars) dan venus yang kelihatan. Yang lain hanya samar-samar.

4. Di bilangan Cempaka Putih Jakarta, dulu hampir tiap pagi birunya gunung Salak (Bogor) bisa dilihat dengan jelas. Sekarang? silakan coba sendiri!

Langit  biru adalah dambaan setiap orang. Itu salah satu indikator bahwa udara di atas kita masih cukup bersih dan layak tinggal di kolongnya. Cobalah anda pergi ke luar kota (kalau bisa ke luar jawa) di daerah yang agak jauh dari perkotaan. Anda baru bisa melihat dan bersyukur masih bisa melihat birunya bentangan langit di atas kita.

Ini tantangan buat calon gubernur baru DKI. Pilihlah yang ahli, berani dan yang berkomitmen. Saya pribadi kepengin sekali melihat Jakarta berubah seperti di bawah ini tanpa photoshop:

jktSKY

Jakarta

About tikitakablog

www.facebook.com/tikitaka.fb
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s