Rokok Kemasan Polos

Kemarin baca berita di detik.com mengenai wacana menampilkan gambar “horor” pada setiap kemasan kotak rokok. Mungkin kemasan seperti inilah yang dimaksud:

Pada setiap kotak/bungkus rokok, tidak hanya tertulis peringatan bahayanya merokok, tetapi juga disertai gambar “menyeramkan” akibat dari merokok. Kemasan seperti di atas sudah diterapkan di negara-negara lain sejak lama. Diharapkan efek gambar menakutkan tadi bisa mengurangi minat calon perokok baru untuk ikut merokok.

Khusus di Australia, pemerintahnya selangkah lebih maju. Akhir tahun lalu, sudah memasukkan proposal “Kemasan Polos Kotak Rokok”. Perkembangan terakhir, sudah disetujui oleh “lower house” (House of reps) dan tinggal menunggu di setujui “upper house” (senat). Jika disetujui, maka mulai tahun depan, seluruh kotak rokok resmi di Australia akan berbentuk seperti ini:

Pada desain ini, gambar “horor” akan lebih diperbesar pada 2 permukaan utama (depan dan belakang). Pada sisi yang lain tulisan peringatan juga akan diperbesar. Sementara, semua merek harus mempunyai warna yang sama: hijau lumut atau coklat kehijauan. Menurut penelitian, warna inilah yang paling tidak menarik terutama untuk anak muda. Kemudian, logo rokok sama sekali tidak boleh ditampilkan. Jadi tidak akan ada gambar onta khas rokok camel atau logo merah putihnya marlboro. Font merek pun ditiadakan. Tidak akan ada juga font (tipografi huruf) khusus sehingga tulisan Marlboro atau Camel atau Mild Seven menggunakan tipe font yang sama dan ukurannya juga sama-sama kecil. Intinya semua merek rokok akan terlihat sama. Hanya tulisan merek kecil yang membedakan antara satu merek dengan merek lainnya.

Perusahaan rokok besar seperti Phillip Morris atau BAT bukan tanpa perlawanan. Mereka dengan kekuatan uang menyewa perusahaan PR besar untuk mempengaruhi opini publik untuk menentang rencana legislasi kemasan polos ini. Sayangnya, kemungkinan kecil perlawanan ini bisa berhasil. Diprediksi para anggota senat juga akan secepatnya meloloskan proposal kemasan polos ini.

Iklan Rokok

Di banyak negara seperti Australia, perusahaan rokok seperti anak tiri.  Mereka tidak boleh beriklan di televisi, radio, majalah, koran. Ini sangat kontras dengan Indonesia. TV, majalah, koran diserbu dengan iklan rokok. Mungkin perusahaan rokok menjadi penyumbang terbesar bagi para penyedia iklan. Iklan-iklannya pun bagus-bagus karena hasil dari rumah produksi yang berkelas. Tetapi sayangnya banyak iklan yang, menurut saya, menyesatkan. Image yang berusaha dibangun dengan iklan rokok sangat mempengaruhi ABG. Misalkan image kesetiakawanan, image ke-macho-an/maskulinitas, image kesuksesan, image kecemerlangan ide2 dsb. Ada norma-norma positive yang ingin dibangun dan diselundupkan ke alam bawah sadar, atau bahasa jawanya “subliminal advertising”. Sehingga akan melekat di benak penontonnya “it’s ok untuk merokok”.

Belum lagi iklan berupa umbul2, signage di sisi jalan, atau yang sedang nge-trend adalah mengecat rumah seseorang menjadi media iklan. Yang parah adalah jika iklan rokok itu sudah menginvansi landmark, seperti jembatan. Coba lihat gambar di bawah ini. Ini adalah gambar sebuah landmark di daerah. Jembatan indah ini dibangun untuk mengenang salah seorang gubernur di daerah tersebut.

Ornamen bagus yang seharusnya terlihat bebas sebagai pemanis jembatan akhirnya harus berebut perhatian dengan iklan rokok yang berjajar. Ngejar PAD sih oke, tapi mbok yao jangan mengorbankan keindahan ruang publik. Tidak terbayang apa jadinya jika westminster bridge atau london bridge dijejali dengan baliho atau umbul2 rokok.

Kapan kira2 kita bisa terbuka mata dari “penjajahan” perusahaan rokok?

About tikitakablog

www.facebook.com/tikitaka.fb
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s