Selamat Tinggal Kabel Tembaga

Setelah melewati fase panjang politik tingkat atas, akhirnya minggu ini Australia boleh berlega mengenai kepastian program/proyek nasional Fibre-to-the-premises atau Fibre-to-the-home alias sambungan serat optik ke rumah. Minggu ini Telstra (Telkom-nya Australia), bersedia dibayar A$11 milyar atau sekitar Rp99 trilyun rupiah untuk merelakan kabel telepon yang mampir ke setiap rumah dicabut dan diganti dengan serat optik. Dengan duit kompensasi tersebut, Telstra juga rela infrastruktur pentingnya seperti exchange/STO, rumah kawat, lorong-lorong, saluran kabel-nya dipakai untuk proyek nasional ini.

Seperti diketahui, 2 tahun silam pemerintah Australia membentuk NBN Co (National Broadband Network Company) sebagai wholesale dan penyedia infrastruktur proyek nasional ini. NBN inilah yang kemudian memberikan kompensasi kepada Telstra untuk “mengambil alih” infrastruktur yang mencapai tiap rumah dan menggantinya dengan serat optis. Target dari NBN Co ini adalah 93% dari seluruh rumah/tempat tinggal di Australia akan menggunakan fiber sebagai alat komunikasi utama dalam 10 tahun ke depan. Sementara sisanya 7% akan dipenuhi dengan fixed-wireless atau satellite.

Dibandingkan dengan negara lain seperti Jepang atau HongKong atau negara-negara eropa, Australia memang agak sedikit terlambat mengaplikasikan fibre-to-home ini. Tetapi harus diingat, luas Australia pun juga berlipat2 dibandingkan dengan negara-negara lain. Belum lagi kerapatan penduduknya yang rendah (populasi cuma 23 juta, sementara luasnya sudah dikategorikan benua tersendiri). Walhasil, bagian tengah Australia yang berupa gurun dan populasi yang rendah kurang ekonomis jika dipaksakan fibre-to home.  Inilah alasan kenapa sedikit terlambat dan 7% sementara waktu hanya akan mendapatkan teknologi fixed wireless atau satellite.

Tahun 2007 panetrasi tertinggi fibre-to-home dipegang oleh HongKong dengan 21.2% rumah sudah terkoneksi dengan fibre. Diikuti oleh Korsel 19.6% dan Jepang 16.3%.  Perbedaannya adalah panetrasi ini atas inisiatif dari pemain telco yang menawarkan paket pemasangan ke rumah-rumah. Sementara di Australia, NBN Co adalah perusahaan bentukan pemerintah yang punya target khusus merombak dan mengganti semua jaringan tembaga di setiap rumah menjadi serat optis. Target cukup jelas, dalam 10 tahun 93% rumah Australia sudah punya sambungan optis dan dalam 5 tahun setiap rumah-rumah di kota-kota besar sudah terpasang jaringan optis ini.  Jika tidak ada aral melintang, dalam 5 tahun ke depan Australia akan menyusul panetrasi fibre-to-home dan akan sejajar dengan negara-negara yang telah dulu mengimplimentasikannya (meskipun cakupan daerah yang lebih luas dan lebih menantang).

Tapi ya 5 tahun itu bisa saja meleset. Tidak mudah memasang jaringan optis ke setiap rumah, meskipun di kota besar dan maju sekalipun. Banyak hal yang bisa menjadi batu sandungan. Untuk daerah pemukiman yang sedang dibuka/baru, tidak jadi masalah. Dewan kota sudah memulai menerapkan standar instalasi untuk memudahkan pemasangan serat optis ini. Yang sulit adalah rumah-rumah yang sudah tua: saluran tembaga ke rumah mungkin tidak muat jika disusupi kabel optis. Kalaupun muat, kabel optis punya minimum radius untuk berbelok (berbeda dengan kawat metal yang bisa dibengkokkan dengan lebih flexibel). Overhead (lewat udara) atau dikubur? mungkin solusinya adalah lewat udara. Tapi caranya pun harus diatur jangan sampai ruwet seperti kota Tokyo. Ini baru sebagian kecil permasalahan yang bisa mengakibatkan target menjadi molor dan tidak seperti yang direncanakan.

Kemana setelah ini?

Jika proyek nasional ini sukses, maka dengan implementasi ipv6 yang sudah di depan mata, Australia kelihatannya bakalan siap menyongsong era digital. Rumah pintar, konsultasi dokter jarak jauh, Edukasi tanpa jarak sepertinya semakin dekat dengan kenyataan.

About tikitakablog

www.facebook.com/tikitaka.fb
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s