Republik Mistis

Beberapa hari belakangan ini media2 ramai memberitakan tokoh sentral Mbah Maridjan yang meninggal “dalam tugas” sebagai kuncen Merapi. Awal-awalnya sih oke2 saja. Tapi saya melihat lama-lama pemberitaan sudah lewat dari proporsinya. Kalau cuma memberitakan pribadi yang sederhana dan penuh dedikasi sih ok. Namun kalau sudah dikait-kaitkan dengan hal2 mistis… plis deh…

Berita merapi tidak seharusnya dilakukan dengan pendekatan yang berbau mistis yang cenderung membodohi masyarakat. Inilah yang membuat kita jauh tertinggal bahkan dari Malaysia. Merapi sebagai salah satu mahakarya Allah swt,  sudah waktunya untuk diulas hanya berdasarkan pengumpulan data ilmiah dan analisis rasional.

Sebenarnya tragedi yang memakan korban jiwa tidak seharusnya terjadi (berbeda dengan kasus bencana tsunami mentawai). Pengamat merapi  sudah memperkirakan akan bahaya wedus gembel jauh-jauh hari sebelumnya. Jadi untuk apa ada korban sia-sia karena hal mistis? Saya melihat media ikut andil dalam memposisikan Mbah Maridjan sebagai penunggu sakti yang bisa “tau” apa maunya merapi. Padahal keterangan dari Sultan HB sendiri menyatakan bahwa kuncen merapi itu hanya sebagai fasilitator upacara2 keraton di gunung tersebut.

Ayo kita harus bantu menyadarkan media yang masih senang mem-publish hal2 yang berbau kemenyan, yang lebih suka membodohi masyarakat karena tuntutan selera dan popularitas.

About tikitakablog

www.facebook.com/tikitaka.fb
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s