Indomie dan Nasionalisme

indomie logo

Santer terdengar baru2 ini Indomie mempunyai masalah dengan otoritas di Taiwan. Banyak yang menenggarai ini cuma masalah kompetisi bisnis. Di tengah gunjang ganjing Indomie, sebagian yang terusik rasa nasionalismenya membuat gerakan “makan Indomie” sebagai bentuk dukungan terhadap kasus ini dan sebagai bentuk “kesetiaan/cinta mati” terhadap “makanan rakyat” yang satu ini.

Tetapi apa betul dengan memasyarakatkan makan Indomie adalah bentuk terbaik akan dukungan terhadap produksi nasional kita?

Sebenernya memperbesar konsumsi mi instan dalam negeri tidaklah bagus untuk ketahanan pangan nasional. Gandum, sebagai bahan dasar pembuat mi bukanlah native pangan yang ada di indonesia. Gandum bisa tumbuh baik di dataran yang berudara sejuk tetapi tidak terlalu basah. Hampir semua kebutuhan gandum nasional merupakan impor. Cuma sebagian kecil yang berasal lahan ujicoba penanaman gandum di Indonesia. Semakin besar impor gandum, semakin menggerus keseimbangan neraca perdagangan internasional kita, kecuali impor gandum itu hanya untuk diberi nilai tambah (seperti dibuat mi instan) dan di ekspor kembali.
Justru kalau mau “nasionalis” kita harus bisa menghidup-hidupkan makanan seperti getuk, combro, misro, tiwul, ongol-ongol, ubi rebus, singkong goreng, jagung rebus dan sejenisnya :-)  yang ketersediaan bahannya masih mencukupi dari dalam negeri.

Jadi kalo memang ingin mendukung kasus Indomie, dukunglah secara benar. Tetapi bukan memasyarakatkan makan mie instan.

 

About tikitakablog

www.facebook.com/tikitaka.fb
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s